Sebab-Sebab Lapang Dada

Sebab-Sebab Lapang Dada

Salah satu sifat penting yang hendaknya dimiliki setiap Muslim adalah lapang dada. Sifat ini sepadan dengan rasa sabar dalam menghadapi ujian atau peristiwa-peristiwa yang kurang menyenangkan.

Lapang dada adalah satu kondisi yang menjadikan sesorang mampu melaksanakan keta’atan kepada Allah Ta’ala dengan semaksimal mungkin. Dia mampu mendidik anak-anaknya dan memberikan perhatian untuk kemaslahatan mereka. Juga dengan lapang dada seseorang bisa melaksanakan berbagai macam tugas kewajibannya, baik kecil maupun besar. Lapang dada merupakan karunia pemberian Allah Ta’ala,

Allah ta’ala berfirman,

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.” [Al-An’am: 125]

Menurut Ibnul qoyyim -rohimahulloh dalam kitabnya zaadul maad tertulis:

“Diantara yang dapat melapangkan dada adalah ilmu (agama), sungguh dia dapat melapangkan dada dan meluaskannya, hingga dia lebih luas dari dunia.Adapun kebodohan, dia menjadikan hati seseorang sempit, terhimpit, dan terpenjara.

Maka, semakin luas ilmu seorang hamba, semakin lapang dan luas pula dadanya. tapi ini tidak berlaku pada semua ilmu, namun hanya untuk ilmu yang diwariskan oleh rosul -shollallohu alaihi wasallam-, itulah ilmu yang bermanfaat.

Menurut Ibnul Qoyim Sebab-sebab yang melapangkan dada dan kesempurnaannya yang terdapat pada diri Rasulullah adalah:

  • Mentauhidkan Allah.

Sifat lapang dada seseorang sangat tergantung sejauh mana kesempurnaan kekuatandan pertambahan iman dan tauhid dalam dirinya. Dan firman-Nya:

“Barangsiapa yang Allah kehendakidiberikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memelukagama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscayaAllah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit.” (QS Al-An’an : 125)

Hidayah dan tauhid merupakan sebab terbesar yang melapangkan dada. Syirik dan kesesatanadalah sebab paling utama yang menyesakkan dan menyempitkan dada.

  • Cahaya keimanan.

Sesungguhnya cahaya keimanan akan melapangkan dada dan meluaskannya serta menggembirakan hati. Jika cahaya ini hilang dari hati seorang hamba maka hatinya jadi sempit dan sesak. Jadilah ia berada dalam penjara yang sangat sempit dan sulit.

 

  • Ilmu yang ada pada seorang hamba.

Sesungguhnya ilmu dapat melapangkan dada dan meluaskannya hingga lebih luasdaripada dunia. Sedang kebodohannya mengakibatkan kesempitan, keterbatasan dan kungkungan. Setiap kali ilmu seseorang bertambah maka dadanya semakin lapang dan luas.

  • Inabah (kembali) kepada Allah Ta’ala dan cinta kepada-Nya, serta mendahulukan cinta kepada Allah dari pada cinta kepada selain-Nya.

 

  • Konsisten dalam Berdzikir dalam segala keadaan dan di setiap tempat.

Dzikir memiliki pengaruh ajaib dalam melapangkan dada dan kenikmatan hati.Sementara kelalaian memiliki pula pengaruh ajaib dalam menyempitkan hati,mengungkung dan menyiksanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Orang-orang yang beriman dan hatimereka menjadi tenteram dengan  berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah hati  menjadi tenteram” (Qs.ar-Ra’du: 28).

  • Suka berbuat baik kepada makhluk/manusia, memberi manfaat bagi mereka

Orang dermawan dan senang berbuat baik adalah manusia paling lapang dadanya,yang paling suci jiwanya, dan paling nikmat hatinya. Sedangkan orang yang kikiryang tidak ada padanya kebaikan adalah manusia paling sempit dadanya, palingsengsara kehidupannya, dan paling besar kegundahan dan kegelisahannya.

  • Keberanian(tdk pengecut) dan kuatnya hati berjuang di jalan Allah.

Sesungguhnya pemberani memiliki dada lapang, jiwa besar, dan hati luas. Adapun pengecut adalah manusia paling sempit dadanya serta paling terbelenggu hatinya.Tidak ada kesenangan serta kegembiraan baginya dan tidak ada pula kelezatan.Tak ada kenikmatan untuknya kecuali jenis kenikmatan yang dirasakan oleh hewan.Adapun kegembiraan ruh, kelezatan, kenikmatan, dan kecerahannya, diharamkanatas setiap pengecut , sebagaimana diharamkan juga atas semua orang bakhil, dansetiap orang yang berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalai dari dzikirpada-Nya, bodoh tentang Allah, nama-nama, sifat-sifat dan agama-Nya, sertamereka yang menambatkan hati pada selain-Nya.

 

  • Menghilangkan kedengkian dan Selalu berusaha mengobati penyakit hati berupa sifat-sifat tercela.
  • Meninggalkan fudhul (berlebih-lebihan), baik ucapan, pandangan mata, pendengaran, ataupun makanan.

 

Demikian beberapa pilar pelapang dada seorang mukmin. Dan perlu diketahui bahwa segala perkara yang bertentangan dengan apa yang disebutkan di atas pasti akan memberikan kesempitan, kesesakan dan gundah gulana. Hati yang tergantung kepada selain Allah akan merasakan berbagai kepedihan dan kepahitan.

Dan hati yang lalai dari dzikir kepada Allah bagaikan ikan yang dipisahkan dari air. Dan jeleknya hubungan dengan makhluk lain akan melahirkan berbagai problem dalam kehidupan. Dan demikianlah seterusnya.

Tentunya banyak tuntunan pelapang dada yang belum bisa diuraikan disini. Namun kami berharap keterangan-keterangan di atas bisa menjadi pencerahan dan penyenjuk bagi setiap muslim dan muslim dalam mempersiapkan bekal untuk menyonsong kehidupan kekal abadi di akhirat kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *