Ngaji Bersama Mbah  Syuaib Musthofa

Ngaji Bersama Mbah Syuaib Musthofa

Walaupun usianya sudah 90 tahun namun uraian dan kajiannya masih runtut dan menyejukkan.

Beliau adalah seorang mubaligh yang berasal dari Yogyakarta.

Pada kajian malam ini (19/7/20) beliau memaparkan bagaimana sikap seorang mukmin dalam menghadapi wabah Corona yang melanda dunia yang sudah berlangsung 5 bulan lebih.

Pada tahun 1942 pernah juga terjadi wabah kolera yang melanda dunia, namun tidak separah ini, tuturnya

Pandemi Covid-19 ini berdampak pada semua sektor kehidupan, maka kita harus meningkatan ukhuwah dan taawun atau tolong menolong.

Selanjutnya beliau menjelaskan lagi bahwa kita harus sabar, ikhtiar dan tawakal menghadapi musibah

Merujuk pada Al-Qur’an surat Al-baqarah 155

“Dan sungguh kami akan mengujimu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan dalam hal harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).

Dijelaskan bahwa setiap manusia akan mendapatkan ujian, maka harus sabar menghadapinya.

Berbagai peristiwa yang menimpa manusia pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan atas keimanan dan perilaku yang telah dilakukan oleh manusia itu sendiri.

Kita tidak boleh hanya berbicara tentang takdir tanpa bicara tentang ikhtiar dan kita tidak boleh hanya bicara tentang ikhtiar kalau tanpa ingin mengembalikan persoalan kepada yang maha kuasa, jelas Mbah Syuaib.

Bagi kita selaku umat islam dalam menghadapi pandemi ini harus mentaati ulama dan umara.

Kita sebagai warga Muhammadiyah harus mentaati fatwa yang sudah dikeluarkan.

Muhammadiyah sebagai ormas islam yang senantiasa amar makruf nahi mungkar,  sudah mengeluarkan fatwa bagaimana cara beribadah pada saat pandemi ini, fatwa itu yang harus kita jadikan acuan.

Lalu beliau menjelaskan lagi surat An nahl:43

“Maka bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan, jika kamu tidak mengetahui.” (QS:16;43)

Muhammadiyah sejak awal pandemi covid-19 telah berjuang di garda depan membantu segenap lapisan masyarakat dalam mengatasi masalah covid-19 baik di bidang kesehatan, keagamaan, sosial dan ekonomi.

Pada akhir tausiyahnya, beliau mengajak untuk mengatur segala hal yang baik dengan matang.

Ali bin Abi thalib mengatakan

“Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir” (Ali bin Abu Thalib r.a.).

Maka dari itu mari kita organisir kebaikan dengan kebaikan, Kata Mbah Syuaib mengakhiri pengajian malam ini di musholla Al-Manar Bejen Bantul Yogyakarta. (19/7/20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *