Angkringan Gedang Raja Tarub Jual  Bibit Pisang

Angkringan Gedang Raja Tarub Jual Bibit Pisang

Alunan musik gending Jawa menggaung di ruangan setengah terbuka yang terbuat dari bambu. Suara musik Jawa kuno itu perdengarkan di angkringan Kebon Gedang Raja Tarub.

Suasana pedesaan sangat kental terasa saat memasuki salah satu tempat kuliner yang terletak di Jalan Kabupaten, Duwet, Sendangadi, Mlati, Sleman itu.

Sesuai dengan namanya angkringan Kebon Gedang, banyak pohon pisang tumbuh subur di area angkringan tersebut. Saat memasuki pelataran parkir, terlihat perkebunan pisang memanjang ke belakang angkringan milik Setyo Hartanto (59).

Angin semilir bertiup dari area persawahan di sekitar angkringan, membuat suasana pedesaan semakin terasa.

Ada keunikan tempat disajikan di angkringan yang baru sekitar satu tahun belakangan berdiri. Bagaikan memasuki lokasi pernikahan, di pintu masuk angkringan terdapat dua tandan pisang lengkap dengan batangnya.

Namun setelah memasuki angkringan itu masih banyak pisang bertandan lengkap dengan batangnya terpasang di tiang-tiang penyangga.

Angkringan ini bukan sengaja mengunggulkan konsep perkebunan pisang. Sebab, sejak 23 tahun silam Setyo telah menekuni dunia pembudidayaan pisang.

“Kalau angkringannya baru setahunan ini, sebelumnya saya berkebun pisang dan menerima pesanan pisang untuk pernikahan,” kata Setyo.

Ide membuka angkringan ini bermula saat ia bersama istrinya ingin memiliki ruang pertemuan. Ruang pertemuan itu digunakan untuk saling bertukar pikiran dengan paguyuban petani pisang.

Namun seiring berjalannya waktu, ia berpikiran untuk membuka usaha makanan. Angkringan yang sangat akrab dengan masyarakat Yogyakarta menjadi pilihannya. Menurutnya saat berada di angkringan semua orang dapat berbaur dan saling bercerita santai.

Menu makanan yang ditawarkan di angkringan Kebon Pisang Raja Tarub ini tidak terlalu berbeda dengan warung makan biasa. Beberapa sayur dan lauk dihidangkan di angkringan ini. Namun yang menurutnya menjadi berbeda adalah jenis sayur yang ditawarkan, seperti sayur jantung pisang dan sayur lompong.

“Saya ingin membuat nuansa jawa kuna, bukan ndeso tapi ndesit. Maka masakannya juga Jawa ndeso,” ungkapnya.

Kemudian yang tentu menjadi ciri khas angkringan Setyo adalah pengunjung disuguhi dengan beraneka macam pisang. Pengunjung juga dapat memetik pisang di tundun yang disediakan di beberapa tiang penyangga.

Jus pisang raja menjadi minuman spesial yang disajikan di angkringan Kebon Gedang.

Pisang yang ditawarkan juga beragam jenisnya, seperti pisang raja, ambon, kepok, dan lainnya. Namun ada satu jenis pisang yang menjadi unggulan. Pisang unggulan yang ditawarkan Setyo adalah pisang raja.

“Ya utamanya pisang raja, namanya juga Raja Tarub. Raja pisangnya, tarub itu perkerjaannya,” ujar Setyo.

Daya tarik lainnya juga ditawarkan di angkringan ini. Tidak hanya menyajikan makanan dan pesanan tundun pisang untuk pernikahan. Angkringan gedang ini juga menjual bibit-bibit pisang. Satu bibit pisang raja, Setyo membandrol dengan harga 35 ribu.

Ia juga menawarkan kelebihan tersendiri untuk pembelian bibit tanaman buah itu. Konsultasi secara gratis terkait pembudidayaan pisang diberikan setiap saat oleh Setyo. Kemudian, ia menawarkan kemitraan bagi pembeli.

“Kalau sudah besar pisangnya, pembeli bisa menjual pisang ke kami lagi,” tuturnya.

Pisang yang dibeli itu nantinya akan dijual untuk konsumsi maupun pesanan upacara adat pernikahan yang telah ditekuninya sejak 1993 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *