Membangun Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19

Membangun Kepedulian di Tengah Pandemi Covid-19

Sikap saling peduli dan tolong-menolong menjadi salah satu ciri khas dalam budaya Islam. Hal ini lantaran Allah secara langsung mengamanatkannya dalam dalil Alquran kepada seluruh umat manusia.

Misalnya, dalam Surat Al-Maidah ayat 2, Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

”Dan tolong-menolong lah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat.”

Dalam Islam mengajarkan agar kita selaluh bermurah hati kepada siapa saja. Islam mengajarkan untuk saling berbagi antar sesama. Islam mengajarkan untuk saling pedul antar sesama. Islam juga mengajarkan kepada umatnya, untuk menafkahkan hartanya kepada orang lain dalam bentuk zakat, infaq ataupun sedekah.

Dalam ayat lain disebutkan,

“berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS: Al Hadiid: 7).

Apa yang kita punya, pada dasarnya merupakan milik Allah SWT. Apa yang kita punya merupakan titipan. Karena itulah berbagilah, bersedekahlah, dan saling pedulilah antar sesama untuk mendapatkan keberkahan di bulan suci ini. Betul kondisi perekonomian saat ini sedang susah. Betul harga-harga saat ini sedang naik turun akibat covid-19. Namun, saling peduli dan berbagi merupakan keniscayaan. Tidak harus dalam bentuk materi. Dalam bentuk jasa ataupun doa pun juga bisa kita lakukan.

Berbagi dalam bentuk apapaun, akan memberikan manfaat yang sangat besar. Dalam Islam dijelaskan, manfaat berbagi diantaranya dapat membukakan pintu rezeki, mengobati orang sakit, menolak bala’,  mampu meredakan kemarahan Allah dan mengurangi kesakitan ketika sakaratul maut.

Harta kita tidak akan berkurang jika dibagikan.

Karena di sisi lain, Pandemi ini telah memunculkan efek domino. Karena dampak dari virus ini tidak hanya mengancam kesehatan, tapi juga mengancam perekonomian.

Beberapa perusahaan mulai merumahkan karyawannya, kerena terdampak corona. Banyak pengangguran baru, banyak kelas menengah turun kelas, dan tentu saja hal ini telah memunculkan persoalan baru.

Dalam masa pandemi corona ini, sangat diperlukan kepedulian antar sesama. Sangat diperlukan implementasi dari semangat terima dan kasih. Kita harus gotong royong, tolong menolong saling membantu ditengah pandemi ini. Hal ini penting agar diantara kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan.

Saat ini yang dibutuhkan di tengah pandemi global covid-19 adalah semangat saling menguatkan satu sama lain, Saling membantu. Meluasnya wabah ini dapat dijadikan sebagai momentum membangun solidaritas sosial antarsesama. Tidak boleh ada pertikaian, tidak boleh ada silang pendapat, dan tidak boleh ada saling menyalahkan. Semua harus berada dalam satu semangat yang sama, yaitu bersatu melawan covid-19 dengan segenap potensi yang ada. Saling membantu, saling menguatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *