3 Kunci Pembuka Pintu Surga

3 Kunci Pembuka Pintu Surga

Jamaah Jum’at Rahimakumulloh

Setiap orang yang muslim pasti ingin digolongkan menjadi ahli surga.

Surga, dengan segala kenikmatan adalah belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas dalam hati manusia.

Surga juga merupakan hak setiap muslim sebagai balasan atas ketaqwaannya.

“Barangsiapa yang ridha kepada Alah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasul-Nya, maka wajib baginya Surga.” (HR. Muslim)

Surga memiliki pintu-pintu untuk memasukinya. Maka kita harus mengetahuinya, menjalankannya untuk dapat masuk kedalamnya.

 Jamaah Jum’at Rakhimakumulloh

 Pintu-pintu surga itu memerlukan kunci untuk membukanya.

Kunci surga sesungguhnya telah dijelaskan secara gamblang oleh Baginda Rosulullah SAW dalam beberapa sabdanya,

Kunci surga yang pertama adalah, bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِفْتَاحُ اْلجَنَّةِ شَهَادَةٌ أَنْ لَا إِلهَ إلَّا الله

 “Kunci surga adalah bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah” (HR. Ahmad).

Para mufasir memberikan penjelasan terkait dengan hadits tersebut, bahwa syahadat merupakan pondasi.

فَاِنَّ الشَّهَادَةَ أَصْلُ اْلمِفْتَاحِ

 “Sesungguhnya bersaksi (bahwa tiada Tuhan selain Allah) merupakan fondasi kunci.”

Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah menjadi dasar pertama apakah seseorang akan dapat masuk surga atau tidak.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كاَنَ أَخِر كَلامِهِ لاإِلَهَ إلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنّةَ

“Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah laa ilaaha illallaah ( idak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah),  maka ia akan masuk surga.” (HR Abu dawud)

Sedemikian penting syahadat atau kesaksian, maka dari itu kita harus menjaga, merawat, memupuk keimanan yang ada pada hati kita.

Kita senantiasa diminta memperbarui keimanan kita, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ “، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا؟ قَالَ: ” أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ “

“Perbarui iman kalian”

“Ya Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami?” tanya para sahabat.

Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’.”

Jamaah Jum’at Rakhimakumulloh

Kunci surga yang kedua adalah , menegakkan shalat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِفْتَاحُ اْلجَنَّةِ اَلصّلَاةُ

”Kunci surga adalah menegakkan shalat” (Dari Jabir bin Abdillah RA).

Shalat adalah kunci utama kedua setelah syahadat. Ia merupakan amal lahiriah sekaligus merupakan perwujudan iman kepada Allah subahanu wa ta’ala.

Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِ اْلعَبْدُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ اَلصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ سَائِرُ عَمَلِهِ وَإنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

  “Amal pertama kali seorang hamba akan dihisab di hari Kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Dan jika shalatnya buruk, rusaklah semua amalnya.” (HR. at-Thabrani).

Shalat memiliki pengaruh kuat terhadap amal-amal seseorang di luar shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amal lainnya.

Sholat yang benar bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Jamaah Jum’at Rakhimakumulloh

Kunci surga yang Ketiga adalah mencintai fakir miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda:

وَمِفْتَاحُ اْلجَنَّةِ حُبُّ اْلمَسَاكِيْنِ وَاْلفُقَرَاءِ

 “Dan kunci surga adalah mencinta fakir-miskin.” (Dari Ibnu Umar R.A)

Mencintai fakir miskin merupakan kunci surga yang mewakili ibadah sosial dalam ranah akhlak. Al-Qur’an menyebut orang-orang yang tidak peduli terhadaap anak yatim dan fakir- miskin sebagai para pendusta agama. Seperti dalam Al-Maun 1-3

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un: 1-3)

Jadi memang untuk dapat masuk surga seseorang tidak cukup hanya memiliki kesalihan personal dengan melaksanakan ibadah-ibadah personal seperti shalat, puasa dan haji, tetapi ia juga harus memiliki kesalihan sosial seperti mengeluarkan zakat dan sedekah kepada fakir-miskin. Ia juga harus memilik akhlak yang baik terhadap mereka sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam .

Jamaah Jum’at Rakhimakumulloh

Dari seluruh uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga kunci utama untuk dapat membuka pintu surga dan masuk ke dalamnya.

Pertama adalah dalam ranah aqidah yakni bertauhid dengan bersaksi Tiada Tuhan selain Allah.

Kedua adalah dalam ranah syariat yakni menegakkan shalat.

Ketiga adalah dalam ranah akhlak yakni kesalehan sosial dengan mencintai fakir-miskin. Dalam istilah lain secara berturut-turut ketiganya disebut Iman, Islam dan Ihsan. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang berhasil memiliki ketiga kunci utama tersebut. Amin, amin, ya rabbal alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *