Bahagia

Bahagia

Semua manusia pasti menginginkan hidupnya bahagia. Hanya saja tidak semua orang memahami hakekat hidup bahagia. Ada yang memaknainya sekedar hidup senang: sandang, pangan, dan papan berkecukupan.

Ada pula yang mengartikannya hidup damai: bersosial, bekerja sama, tidak menyakiti dan membuat konflik dalam masyarakat. Islam memberikan resep bahagia bukan hanya fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, tapi juga terbebas dari siksa neraka.

Seorang mukmin sejati adalah peraih bahagia sejati. Sebab, tiap keadaan ia sikapi dengan benar. Ketika mendapat kenikmatan, ia bersyukur. Ketika mendapat musibah, ia bersabar. Rahasianya, karena dia tidak pernah lepas dari mengingat Allah. Semua persoalan hidup ia kembalikan kepada Allah.

Prof Komarudin Hidayat dalam tulisannya menyebutkan, kebahagiaan tidak sama dengan kesenangan. Kebahagiaan juga tidak identik dengan kekayaan, walaupun itu perlu. Kebahagiaan itu lebih mirip dengan sesuatu yang kita miliki, kualitas hidup kita.

Martin Seligman, seorang psikolog Amerika menulis, bahwa kebahagiaan adalah kualitas hidup kita. Ia seorang pakar psikologi positif (positive psychology) yang berpendapat bahwa kebahagiaan bisa dianalisis ke dalam tiga unsur berbeda: emosi positif, keterlibatan, dan makna.

Menurut Prof Komar, berdasar hasil survei di negara barat, ada 7 faktor yang mempengaruhi tercapainya kebahagiaan seseorang.

Pertama, Having good family
Salah satu faktor yang membuat seseorang bahagia adalah jika punya keluarga yang baik.

Kedua, Having a good job, orang lebih senang capek bekerja daripada capek karena nganggur tidak punya pekerjaan.

Ketiga, Having good friend and coomunity, mempunyai teman dan komunitas yang baik juga berdampak pada kebahagiaan.

Keempat, Having a good health, untuk menjadi bahagia, kesehatan sangatlah penting

Kelima, Having financial suffiency, berkecukupan dalam hal ekonomi, artinya kebutuhan dasarnya tercukupi.

Keenam, Having personal values, Punya nilai-nilai atau prinsip yang dipegang teguh.
Ketujuh, Having freedom of life, menjadi manusia merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *