Tiga Golongan Manusia Merugi

Tiga Golongan Manusia Merugi

Beruntung dan merugi tidak hanya terjadi di dunia saja. Namun di akhiratpun hal tersebut akan lebih jelas terlihat dan tergambar. Amal perbuatan apa yang menguntungkan dan amal perbuatan apa yang merugikan. Sebagai orang yang beriman, tentu harus bisa memilah-milah untuk tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang membuat rugi. Baik di dunia, terlebih di akhirat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَانْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “kecewa dan merugi orang yang bila namaku disebut dia tidak mengucapkan shalawat atasku, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi tidak terampuni dosa-dosanya, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga”. (H.R Tirmidzi)

Ubaidullah Al-Mubarakfury dalam kitab Mir’at Al-Mafatih Syarh Misykat Al-Mashabih menjelaskan bahwa maksud dari “رغم أنف” (Sungguh sangat terhina dan rendah), ini adalah sebuah ungkapan. Ungakapan tersebut menunjukkan kepada kiasan tentang puncaknya kehinaan dan kerendahan seseorang, karena ia tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Hadis tersebut menjelaskan, bahwa ada tiga golongan orang yang merugi.

Pertama, yaitu ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut, namun tidak menjawabnya dengan shalawat.

Membaca shalawat merupakan tanda kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW. Rasulullah sangat berhak mendapatkan penghormatan, doa, dan rasa cinta dari umatnya. Karena kemuliaannya yang telah mengantarkan beliau sebagai penghulu para nabi. Bahkan, Allah SWT dan para malaikatnya membacakan shalawat kepadanya atas derajat yang begitu tinggi di antara para makhluk Allah SWT.

Kedua, orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi ia tidak terampuni dosa-dosanya.

Dalam hal ini, berlalunya bulan Ramadhan namun dosa-dosanya tidak terampuni. Karena ia tidak bertaubat dan tidak mengagungkan bulan Ramadhan dengan bersungguh-sungguh dalam ketaatan agar dosa-dosanya diampuni.

Sungguh sangat merugi seseorang yang mengetahui bahwa ketika ia menahan dirinya dari hawa nafsu selama sebulan pada setiap tahun, dan mengerjakan apa yang diwajibkan baginya termasuk puasa, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Namun dia malah meremehkan dan tidak beribadah (sebagaimana mestinya) sampai selesai dan berlalu bulan tersebut.

Ketiga, yaitu orang yang berkesempatan hidup lama bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga.

Sungguh ini perbuatan yang sangat merugi, karena ketika kita hidup lama bersama orang tua, disitu ada banyak peluang rahmat dan ampunan Allah SWT. Seperti dengan menyenangkan dan merawatnya hingga lanjut usia.

Jadi siapa saja yang mendapatkan tiga kesempatan besar ini, baik kesempatan membaca shalawat ketika nama Nabi SAW disebutkan, melewati bulan Ramadhan yang penuh ampunan, hidup lama bersama dengan orang tua. Maka pergunakanlah dengan sebaik mungkin. Karena itu semua merupakan kesempatan emas untuk memperoleh ridho dan ampunan (maghfirah) Allah, agar dimasukkan kedalam surga-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *