Jangan Selalu Buruk Sangka

Jangan Selalu Buruk Sangka

MANUSIA adalah mahluk sosial yang hidup berdampingan dengan mahluk lainnya. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Maka dari itu kita perlu untuk berperilaku baik demi terjaganya ketenangan di rumah, sekolah, kampus, kantor dan lingkungan masyarakat.

Salah satunya dengan tidak berburuk sangka, dan selalu berbaik sangka atas semua yang terjadi.

Berbaik sangka dalam islam disebut sebagai Husnuzan, berasal dari kata husnu yang berarti baik dan az-zan artinya prasangka atau sangkaan. Selalu melihat segala sesuatu dari sisi positifnya dan meyakininya, tidak bisa dianggap keburukan seuatu hal jika tidak ada bukti yang jelas dan pasti.

Berburuk sangka atau su’uzan sendiri ialah menuduh seseorang tanpa dasar dan bukti yang jelas/ benar. Dalam bukunya ihya Ulumuddin, Imam Ghazali menjelaskan bahwa hukum berburuk sangka adalah haram, seperti dengan halnya membicarakan keburukan seseorang dengan kepada yang lainnya.

Namun manusia sebagai mahluk lemah tidak dapat menghalangi sesuatu yang terbesit dalam hati layaknya prasangka buruk, maka dari itu kita harus cepat –cepat dilupakan jangan dipelihara, dilanjutkan dan ditumbuhkan menjadi kecurigaan-kecurigaan lalu kita bicarakan pada orang lain inilah perbuatan yang mendatangkan dosa.

Dalam buku Menghiasi diri dengan Beramal Shaleh dan berbaik sangka karya Arief Nur Rahman Al Aziiz disebutkan, Allah akan memaafkan prasangka buruk yang terbesit itu. Seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah SAW bersabda, ”sesungguhnya Allah memaafkan apa yang dikatakan oleh hati mereka, selama tidak melakukan apapun ataupun mengungkapnya.” (HR. Bukhari)

Berbaik sangka tidak hanya sesama manusia, tapi yang lebih penting kita harus berbaik sangka kepada Allah SWT dan diri sendiri. Lalu bagaimana caranya kita berbaik sangka kepada Allah? Caranya Adalah selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan dan selalu menyakini apa yang menjadi ketetapan-Nya adalah yang terbaik bagi umatnya. Lalu apa makna cobaan yang diberikan-Nya? Allah ingin menguji keimanan dan ketaatan kita pada-Nya.

Berbaik sangka pada diri sendiri bisa dengan yakin dengan kemampuan diri. Optimis dan percaya diri dalam melakukan segala sesuatu tanpa melupakan yang menciptakan kita. Dan terakhir berbaik sangka pada orang lain, dalam salah satu hadist nabi :

“Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah prasangka buruk karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari keburukan, saling menipu dalam jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan jangalah saling membelakangi, dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR.Bukhari)

Dalam hadist di atas dapat dilihat bahwa kita harus berbaik sangka dengan tidak mencari-cari keburukan orang lain, tidak mendengki dan menggunjing dengan lainnya.

Sebaiknya kita saling percaya dan tidak asal menuduh karena kita adalah sesama hamba-hamba Allah yang bisa diibaratkan sebagai saudara dan keluarga. Sudah berapa kali kamu berburuk sangka dalam sehari? Coba renungkan, ternyata kita masih harus belajar jadi orang baik. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *