Protokol Keimanan

Protokol Keimanan

Di samping penerapan protokol kesehatan, protokol keimanan sangat penting untuk kita terapkan khususnya di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Bila tujuan penerapan protokol kesehatan adalah menjaga diri dan orang lain dari penyebaran Covid-19 dan memutus rantai penyebarannya. Maka, tujuan penerapan protokol keimanan adalah untuk menjaga sehatnya keimanan dari kerusakan dan supaya kebaikan bisa tersebar luas.

Menerapkan protokol keimanan dalam keseharian penting kita lakukan karena ketika kita abai dengan protokol keimanan maka akan sangat rentan hati kita diserang oleh virus-virus yang disebarkan oleh setan yang menyebabkan setan bisa merampas keimanan dari hati kita.

Dalam al-Fiqh al-Akbar, Imam Abu Hanifah berkata, “Tidak boleh kita katakan bahwa syetan merampas iman dari hati seorang hamba yang mukmin secara paksa dan sewenang-wenang. Namun, kita katakan bahwa seorang hamba itu meninggalkan (mengabaikan) imannya sehingga pada saat itulah syetan merampasnya.”

Protokol keimanan adalah aturan dan ketentuan yang harus diikuti oleh semua orang yang beriman agar dapat beraktivitas secara syar’i dan aman pada saat menjalani aktivitas kesehariannya. Protokol keimanan ini ditetapkan oleh Allah SWT melalui firman-firman-Nya dan melalui hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Di antara protokol keimanan yang harus kita terapkan dalam aktivitas keseharian kita antara lain; pertama, selalu mengaitkan hati kita kepada Allah SWT, dengan selalu membaca kalimah-kalimah thoyyibah saat kita mendapatkan atau menyaksikan sesuatu.

Misalnya, ketika mendapatkan kenikmatan membaca hamdalah, ketika mendapatkan atau melihat musibah membaca kalimat istirja, ketika mendapatkan sesuatu yang dianggap berat membaca hauqolah, ketika terlanjur berbuat dosa mengucapkan istighfar, ketika merasa mendapatkan godaan setan membaca isti’adzah dan lain sebagainya.

Kedua, menyayangi, mencintai, dan menolong sesama. “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis lain, “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidakklah beriman sehingga kalian saling mencintai. Apakah kalian suka aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam diantara kalian.” (HR Muslim)

Ketiga, senantiasa berdoa agar iman kita kuat dan terjaga. Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhuma, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya iman akan rusak dalam diri kalian laksana rusaknya baju, maka mohonlah kepada Allah untuk memperbarui iman dalam kalbu kalian.”

Jika kita mampu menerapkan protokol keimanan, niscaya keimanan kita akan terjaga dan imun keimanan kita akan semakin kuat. Tidak hanya itu, orang-orang yang terdampak Covid-19 akan bisa kita bantu melalui infak yang kita berikan kepada mereka sebagai wujud dari keimanan kita kepada Allah SWT.

Untuk itu, mari kita terapkan protokol kesehatan dan protokol keimanan dengan sebaik-baiknya agar lahir dan batin kita terhindar dari berbagai macam virus.

OLEH MOCH HISYAM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *