Inilah 70 Dosa Besar Manusia

Inilah 70 Dosa Besar Manusia

Al-Insaanu Mahallu al-khatha` wa al-nisyaan (Manusia itu tempatnya salah dan lupa). Ungkapan di atas menjadi pertanda bahwa sesungguhnya, tak ada satu pun manusia yang ada di dunia ini luput dari kesalahan atau tak pernah berbuat dosa.

Dosa besar

Selama ini dosa besar yang kita ketahui sangatlah terbatas, itulah kepandaian setan dalam menyamarkan dosa besar.

Dalam budaya jawa dosa besar hanya sebatas 5(ma lima) madat, minum, medok, main, maling.

Baca Juga : inilah Makna Taubat Bagi Para ulama

Penyamaran yang dilakukan setan sangatlah beragam, dari mulai penghalusan istilah sampai pergantian nama dari tindakan tersebut.

contoh, Zina sekarang disamarkan menjadi ML, kaum pelangi, lgbt, kupu-kupu malam, doorprize dll, adalah bentuk penyamaran dari dosa besar.

Bila berbicara masalah dosa dan kesalahan, manusia tentunya pernah berbuat dosa yang kecil dan dosa besar. Dosa-dosa atau kesalahan yang diperbuat itu antara lain adalah berdusta (berbohong), memasang duri di jalan, mencuri, meninggalkan shalat, tidak menunaikan zakat, enggan melaksanakan haji walau sudah mampu, menggunjing (ghibah), korupsi, berzina, memakan harta anak yatim, dan lain sebagainya. Di antara perbuatan tersebut terdapat dosa-dosa besar dan kecil.

Terdapat sejumlah dosa besar yang dilarang agama. Dosa besar tersebut bisa bermacam-macam baik yang berkenaan dengan akidah atau syariat.

Di antara karya yang mengupas khusus dosa besar itu adalah Dosa-Dosa Besar karya Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman adz-Dzahabi (Imam adz-Dzahabi).

Dengan karyanya itu, ulama kelahiran Suriah tersebut berupaya mengingatkan sidang pembaca akan puluhan dosa besar dalam perspektif Islam, serta cara menyelamatkan diri agar terhindar daripadanya.

Kitab yang aslinya berjudul al-Kabaair itu dicetak ulang dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Ummul Qura (Jakarta).

Dalam buku ini, ulama yang hidup pada abad ke-13 ini menguraikan total 70 dosa, yang semuanya diurutkan dari yang paling besar hing ga tidak besar.

Jumlah tersebut sesuai dengan keterangan Ibnu Abbas RA yang mengatakan, Jumlahnya (dosa-dosa besar) mencapai 70. Bagaimanapun, kata penulis buku ini, angka tersebut tidak berarti membatasi jumlah dosa besar.

Berikut ini adalah 70 dosa-dosa besar, antara lain :

1. Menyekutukan Allah atau Syirik
2. Membunuh manusia tanpa alasan yang dibenarkan dalam islam
3. Melakukan sihir
4. Meninggalkan shalat wajib
5. Tidak mengeluarkan zakat
6. Tidak berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. Tidak mengerjakan Haji walaupun mampu
8. Durhaka kepada orang tua
9. Memutuskan hubungan silaturahmi
10. Berzina
11. Melakukan Sodomi atau Homoseksual
12. Memakan Riba
13. Memakan harta anak yatim
14. Mendustakan Allah dan rasul-Nya
15. Lari dari medan perang (Jihad)
16. Pemimpin yang penipu dan kejam
17. Sombong
18. Saksi palsu
19. Minum Khamr (Alkohol, Narkoba, dan segala sesuatu yang memabukkan)
20. Berjudi (saran, jangan suka taruhan dalam segala urusan dengan uang)
21. Menuduh wanita baik-baik berbuat Zina
22. Menipu harta rampasan perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah Palsu (saran, jangan suka terlalu gampang berbicara Demi Allah dalam berbagai urusan)
26. Berlaku Zalim (Menganiaya)
27. Pemungut cukai yang Zalim (ini sering terjadi di daerah pelabuhan)
28. Makan dari harta haram
29. Bunuh Diri
30. Berbohong
31. Hakim yang tidak adil
32. Memberi dan menerima sogok (Suap)
33. Wanita yang menyerupai Lelaki dan sebaliknya
34. Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran
37. Riya (Suka pamer ketika berbuat baik karena mengharap pujian)
38. Ulama yang memiliki ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. Berkhianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian
41. Mangingkari takdir Allah
42. Mencari-cari kesalahan orang lain
43. Menyebarkan Fitnah
44. Mengutuk umat islam
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada sihir dan nujum (termasuk zodiak)
47. Durhaka kepada suami
48. Membuat patung (membuat patung disini maksudnya kalau patung itu untuk disembah atau dipuja sebagai perbuatan syirik)
49. Menamparkan pipi dan meratap jika terkena musibah
50. Menggangu orang lain
51. Berbuat Zalim terhadap yg lemah (pemalakan)
52. Menggangu Tetangga
53. Menyakiti dan memaki orang Islam
54. Durhaka kepada hamba Allah dan menggangap dirinya baik
55. Memakai pakaian dengan melabuhkan pakaiannya ke tanah
56. Lelaki yang memakai Sutera dan Emas
57. Seorang budak yang lari dari tuannya (bila anda seorang budak hendaknya jangan lari dari tuan anda tetapi di Indonesia sudah tidak ada perbudakan legal)
58. Sembelihan untuk selain Allah (misal : sembelihan untuk sesajen)
59. Seseorang yang mengaku bahwa dia itu adalah ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. Berdebat dan bermusuhan
61. Enggan memberikan kelebihan air
62. Mengurangi timbangan
63. Merasa aman dari kemurkaan Allah
64. Putus asa dari rahmat Allah (no 63 dan no 64 adalah sifat yang berlawanan namun dimurkai Allah. Hendaknya kita ambil jalan tengah, karena rasulullah menyukai jalan tengah.)
65. Meninggalkan shalat berjemaah di mesjid tanpa alasan yang kuat (kaum hawa tidak diwajibkan shalat berjamaah di mesjid)
66. Meninggalkan Sholat Jum’at tanpa alasan yang kuat (hati-hati bagi yang pernah meninggalkan shalat jumat, dalam hadits nabi tidak shalat jumat 3x berturut-turut dianggap keluar dari agama islam)
67. Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. Menipu
69. Mengintip rahasia dan membuka rahasia orang lain (terutama rahasia orang mukmin)
70. Mencela nabi dan para sahabat beliau

Syirik
Di dalam kitabnya ini, Adz-Dzahabi menempatkan dosa yang paling besar adalah syirik kepada Allah. Dalam Alquran, Allah SWT menyatakan, tidak akan mengampuni jika Dia disetarakan dengan makhluk ciptaannya. ”Sesungguhnya, Allah tidak mengampuni jika Dia disekutukan dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (Annisaa’ [4]: 48, 116). Dan, mereka akan kekal di neraka (QS Almaidah [5]: 72).

Adz-Dzahabi membagi jenis syirik ini pada dua hal, yakni syirku al-akbar (syirik besar) dan syirku al-ashghar (syirik kecil). Menurut Adz-Dzahabi, yang termasuk syirik besar adalah menyekutukan Allah dengan segala sesuatu, termasuk dengan menyamakannya dengan makhluk ciptaan-Nya. Tempat orang yang melakukan perbuatan ini adalah neraka.

Sedangkan, yang termasuk dalam kategori syirik kecil, jelas Adz-Dzahabi, adalah riya, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Alquran. ”Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-nya, hendaknya ia mengerjakan amal yang salih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhan-nya.” (QS Alkahfi [18]: 110).
Dalam hadis Nabi SAW, juga disebutkan, ”Menjauhlah kalian dari syirik kecil, yakni riya.” (Hlm 8-9).

Mengutip pendapat Fudhail bin ‘Iyadh, Adz-Dzahabi menjelaskan, berbuat sesuatu dengan tujuan untuk dipamerkan kepada orang lain termasuk perbuatan syirik

Belum terlambat untuk bertaubat. Hidup hanya sekali maka marilah hidup yang benar dan di jalan yang benar. Setiap manusia pasti bisa salah dan dosa. dan sebaik-sebaik yang berdosa adalah yang bertaubat. bisikan agar kita minder dan malu untuk bertaubat itu berasal dari syetan. meskipun dosamu sebesar gunung atau bahkan sebesar bumi, tak peduli, Allah akan tetap mengampuni hamba-hambaNya yang bertaubat. Sungguh mulia dan bercahaya orang-orang yang bertaubat. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat. Allohummaghfirlana warhamna.amin ya rabbal’alamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *