Tiga Hari Bersama Calon Penghuni Surga

Tiga Hari Bersama Calon Penghuni Surga

Suatu hari, Rasulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabatnya. Tiba-tiba, beliau berkata, “Sebentar lagi akan lewat di hadapan kalian seorang ahli surga.”

Tidak lama setelah itu, lewatlah seorang pria dari kalangan Anshar. Para sahabat menyaksikannya takjub meskipun orang yang disaksikan itu tak menyadarinya.

Keesokan harinya, Rasululah SAW berkata seperti yang beliau katakan sehari sebelumnya. Beliau menunjuk pria yang dinubuatkannya sebagai ahli surga itu. Demikian pula pada hari ketiga ketika orang tersebut lewat.

Alhasil, nubuat Rasulullah SAW tiga hari berturut-turut itu membuat penasaran Abdullah bin Amru. Ia ingin mengetahui, amalan apa yang membuat orang dari Anshar itu menjadi ahli surga.

Akhirnya, ia terus mengikuti orang itu sampai ke rumahnya. Agar bisa mengamati lebih dekat lagi, Ibnu Amru membuat skenario sehingga dirinya dapat menumpang tinggal di rumah orang itu.

Abdullah bin Amru pun berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, ketahuilah, antara aku dan ayahku terjadi perselisihan dan aku bersumpah tidak akan masuk rumahnya selama tiga hari. Bagaimana jika sementara tiga hari ini aku tinggal di rumahmu?”

Orang itu pun menjawab, “Mari, dengan senang hati.”

Selama tiga hari berturut-turut Ibnu Amru tinggal di sana. Namun, ia tidak menjumpai orang itu melaksanakan shalat tahajud atau amalan-amalan istimewa lainnya.

Amalannya sehari-hari seperti kebanyakan orang. Memang, ia tidak pernah sekalipun mendengar orang itu mengucapkan perkataan yang tak baik.

Setelah malam ketiga berlalu, Abdullah bin Amru semakin heran karena tidak menemui amalan istimewa dari orang itu. Keesokan harinya, saat hendak permisi ia berkata kepadanya secara terus terang, “Wahai hamba Allah, ketahuilah, sebenarnya antara aku dan ayahku tidak terjadi perselisihan dan aku pun tidak berjanji untuk tidak menemuinya selama tiga hari. Aku hanya ingin tinggal di rumahmu karena aku mendengar Nabi SAW pernah berkata selama tiga hari berturut-turut, akan muncul di antara kami seorang ahli surga.”

Orang itu terus mendengarkan.

Ibnu Amru melanjutkan penjelasannya, “Dan selama itu pula yang muncul di hadapan kami adalah dirimu. Karena itu, aku ingin tahu lebih dekat mengetahui, apa amalan yang engkau lakukan sehingga Rasul SAW mengatakan demikian. Namun, terus terang saja, selama tiga hari aku di sini tidak pernah kulihat engkau melakukan amalan yang istimewa.”

“Sebenarnya apa rahasia amalanmu yang membuat Rasulullah mengatakan bahwa kau ahli surga?” tanya Ibnu Amru lagi.

Orang itu berkata, ”Ya, benar, amalanku adalah seperti yang kamu saksikan.”

Karena merasa yakin orang itu telah jujur, Ibnu Amru pun pamit. Namun, belum jauh dari rumahnya, orang itu berlari-lari untuk memanggil lagi Abdullah bin Umar pamit.

“Ketahuilah, amalanku adalah seperti yang kamu lihat. Namun, aku tidak pernah merasa iri atau dengki kepada seorang pun atas kebaikan atau kenikmatan yang didapatkannya dari Allah SWT.”

Mendengar itu, Abdullah bin Amru berkata, ”Inilah amalan yang dapat engkau lakukan dan yang belum dapat kami lakukan!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *