Khutbah Jumát: Pentingnya Vaksin Dan Vaksinasi

Khutbah Jumát: Pentingnya Vaksin Dan Vaksinasi

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

Jamaah Jumat rokhimakumulloh

Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas ketakwaan serta keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjahui larangan-Nya.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Wabah Covid-19 masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global, termasuk negeri kita Indonesia.

Semua manusia wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi tindakan yang diyakini dapat menyebabkan terinfeksi penyakit, sebagai pengamalan dan menjaga lima (5) tujuan pokok beragama (adh-dharuriyat al-khams), yaitu menjaga jiwa, agama, akal, harta, dan keturunan.

Dalam ajaran Islam menjaga atau memelihara kesehatan (hifzu al-Nafs) atas diri sendiri dan orang lain termasuk salah satu dari lima prinsip pokok yang perlu diutamakan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan”. (QS Al-Baqarah [2]: 195).

Para ahli (dokter) yang berkompeten menyatakan, salah satu ikhtiar untuk mencegah terjadinya penularan dan juga mengakhiri pandemi  Covid-19 tersebut adalah melalui gerakan vaksinasi.

Maka penting kiranya bagi kita semua untuk mengikuti program vaksin tersebut.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Kalau dihitung dihitung sejak awal pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia sejak awal Maret 2020, rakyat Indonesia yang terinveksi Covid-19 angkanya sangat tinggi, 2 jutaan warga telah terpapar, yaitu rata-rata 20 ribuaan kasus per hari. Dengan jumlah yang meninggal 58 ribuan.  Kabar baiknya jumlah kesembuhan pasien juga terus meningkat.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Oleh karenanya, menjaga dan memelihara kesehatan, khususnya dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini  sangatlah penting.  Mentaati prokes dan mengikuti anjuran vaksinasi perlu segera kita lakukan.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Kenapa Vaksinasi menjadi penting?

Dalam situasi pandemi Covid-19 tak terkendali seperti sekarang ini, Vaksinasi sebagai salah satu tindakan untuk mencegah dari penularan Covid-19.

Menjaga kesehatan, yang dalam prakteknya dapat dilakukan melalui upaya preventif (al-Wiqoyah), dapat dilakukam dengan cara vaksinasi. Di sinilah sebenarnya mengikuti program vaksinasi menjadi penting, bahkan bisa menjadi sebuah keharusan.

Dalam kaidah fiqh yang sering kita baca, disebutkan “Kemudaratan harus dihilangkan” , “Mencegah lebih utama dari pada menghilangkan”

 الْأَمْرُ بِالشَّيْءِ أَمْرٌ بِوَسَائِلِهِ

“Perintah terhadap sesuatu juga berarti perintah untuk melaksanakan sarananya

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Tentang pentingnya menjaga kesehatan dari serangan wabah dapat kita baca dari firman Allah subhanahu wa ta’ala ;

 يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا خُذُوۡا حِذۡرَكُمۡ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersiapsiagalah kamu”. (QS. al-Nisa :71)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita agar senantiasa menjaga imunitas atau kekebalan tubuh dengan cara mengkonsumi kurma Ajwah.

 مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”. (HR. al-Bukhari & Muslim).

Dalam hadis lain disebutkan,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah ‘azza wajalla.” (HR Muslim)

Ayat tersebut juga menunjukkan wajibnya menjaga kewaspadaan dari segala bahaya yang akan datang. Dari sinilah difahami bahwa berobat dengan obat dan menjaga diri dari wabah penyakit serta menghindari dari duduk-duduk di bawah dinding yang miring adalah wajib”.

Dalam kitab I’anah Ath-Tholibin (3/316), Sayyid Syatho Abu Bakar ad-Dhimyathi menjelaskan tentang pentignya untuk menguatkan stamina tubuh;

“Disunnahkan meningkatkan imunitas tubuh/daya tahan tubuh dengan menggunakan obat-obatan yang boleh dikonsumsi dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan medis dan disertahi dengan tujuan yang baik”.

Terakhir, mengingat tindakan pencegahan dengan cara vaksinasi atau berobat secara umum termasuk hal yang syariatkan dalam Islam, maka orang yang tidak mempercayai keahlian dokter sama halnya seperti menolak keistimewaan yang Allah turunkan kepada dokter.

Dari penjelasan khutbah ini, dapat bisa disimpulkan, bahwa menjaga atau memelihara kesehatan, meningkatkan stamina, menjaga imunitas,  khususnya mencegah diri dari penularan Covid-19 dengan cara vaksinasi atau cara lain yang sesuai ketentan syariah termasuk perbuatan yang dibenarkan dalam Islam.

Semoga Allah senantisa memberikan kekuatan kepada kita, agar kita terus istikomah dalam Syariah-Nya, serta semoga kita mendapatkan perlindungan dari-Nya dari segala marabahaya. Amin…

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *