Khutbah Jumat: Bahaya Paham Liberal

Masih segar dalam ingatan kita beberapa kejadian yang melukai hati kita, sebagai umat Islam. Berita rendang babi, Café holywing yang menggratiskan bir beralkohol bagi pengunjung yang bernama muhammad dan Maria.

banner-zakat-header-11

Hal tersebut muncul dari orang-orang yang tidak suka dengan islam, bisa juga muncul dari orang yang berpaham liberal.

Beberapa waktu yang lalu ada seorang pejabat tinggi yang menyatakan: jangan terlalu fanatik dalam beragama. Sebab, semua agama benar di mata Tuhan.

Itulah salah satu contoh pendapat dari orang yang mempunyai paham pluralisme. Pluralisme adalah sebuah paham yang  diusung oleh orang yang berideologi liberal. Mereka beranggapan bahwa kebenaran itu relatif, maka mengganggap semua agama benar.

Pemikiran mereka dibangun atas dasar kebebasan berpendapat, kebebasan individu, kebenaran berdasarkan kesepakatan (relatif), serta mereka yang mengagungkan humanisme secara berlebihan.

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Padahal salah satu prinsip yang wajib diyakini setiap muslim adalah bahwa kebenaran itu datang dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ 

“Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (al-Baqarah: 147)

وَقُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ

“Dan katakanlah, kebenaran itu datangnya dari Rabbmu.” (al-Kahfi:29)

Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa agama yang paling benar adalah agama Islam.

Perhatikan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sungguh agama (yang diakui) di sisi Allah hanyalah Islam (TQS Ali Imran [3]: 19).

Imam al-Baghawi lebih menegaskan lagi bahwa makna inna ad-dîna” dalam ayat di atas adalah, Inna ad-dîna al-mardhiyya ash-shahîh (Sungguh agama yang diridhai dan yang benar), yakni di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, hanyalah Islam (Lihat: Al-Baghawi, Maâlim at-Tanzîl, 2/18).

Lalu Imam al-Baghawi menukil dua ayat berikut:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian (QS al-Maidah [5]: 3).

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Mari kita perhatikan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Qurán:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Siapa saja yang mencari agama selain Islam tidak akan pernah akan diterima agama itu dari dirinya dan di akhirat kelak dia termasuk ke dalam kaum yang merugi (QS Ali Imran [3]: 85).

Dalam ayat lain dalam QS. Al-An’am Ayat 153

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

Karena itu menganggap semua agama sama, semua agama adalah benar,  tentu bertentangan dengan al-Quran.

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Orang orang berpaham liberal berusaha mengaburkan kebenaran islam, yang endingnya adalah kemurtadan.

Berikut adalah usaha usaha dari kaum liberal dalam rangka menghancurkan agama islam

Pertama, Pendangkalan pemahaman ajaran agama, yaitu membuat umat ragu-ragu terhadap agamanya ‎(Tasykik‎).

Kedua, pengaburan fakta kebenaran yang disampaikan oleh ajaran Islam (Tasywih).

Ketiga, menghilangkan kepribadian dan marwah serta harga diri yang menjadi identitas Islam (Tadzwib). Supaya tidak berakhlaqul karimah.

Target utamanya adalah membuat umat menjadi murtad dengan cara mengikuti mereka secara menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupannya dengan menganut paham yang di luar ajaran Islam dengan usaha westernisasi.

Usaha-usaha tersebut dilakukan secara massif, dipersiapkan secara matang dan terukur, diterapkan secara teratur dan sistematis melalui sarana-sarana yang menjadi kebutuhan umat semisal, media informasi,medsos,  pendidikan, hiburan, yayasan dll.

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Sekarang apa usaha kita dalam rangka menhadang pemikiran pluralisme agar aqidah kita tetap lurus atau sering disebut salimul aqidah.

Pertama: Umat harus dibuat sadar sesadar-sadarnya bahwa ada invasi pemikiran dari barat yang membuat kerancuan dalam berpikir dalam memahami agama. Itu adalah hal yang serius supaya tidak terjerumus pada liberalisme, pluralisme, sekularisme dan hedonisme

Allah SWT telah mengingatkan dalam surat al anfal 45-46 ,

45. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.

46. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.

Kedua: Kembali mengkaji kebenaran ajaran Islam yang telah diatur dalam manhaj yang murni dan beramal dengannya. Membina kepribadian dan karakter yang luhur secara estafet terhadap generasi-generasi Islam, ukhuwah islamiyah dan persatuan umat.

Ketiga: berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam semaksimal mungkin terhadap umat di berbagai kesempatan dan tempat. Lalu, meningkatkan kesabaran ke level paling tinggi, bersiap-siap untuk melawan dengan segenap kemampuan, yang dilandaskan ketakwaan kepada Allah SWT.

Jamaah Jumah Rahimakumullah

Kita harus senantiasa bersabar dan berdzikir serta kembali kepada manhaj islam serta rajin menghadiri pengajian-pengajian. Ukhuwah islamiyah juga tidak kalah pentingnya kita rajut menghadapi paham liberal.

Demikian khutbah jumat pada siang hari ini, pointnya adalah mari kita bangun kesadaran akan bahaya invasi paham dari luar islam yang mengajarkan pluralisme, sekularisme, hedonisme materialisme yang bersumber dari paham liberal.

Dengan kata lain: Mari ber Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah Islam, rahmatan lil ‘âlamîn.

Leave a Reply

Your email address will not be published.