KECERDASAN SPIRITUAL

KECERDASAN SPIRITUAL

Sudah tertanam anggapan umum masyarakat, anak yang nilai matematikanya kurang bagus dikelompokkan sebagai anak bodoh. Wajar jika sebagian besar orang tua cemas bila anaknya kurang pandai matematika.

banner-zakat-header-11

Padahal kecerdasan tidak hanya terbatas pada intelektual, dikenal juga kecerdasan emosional (emotional intelligence) dan kecerdasan spiritual (spiritual intelligence).

Bahkan saat ini juga dikenal adanya kecerdasan majemuk dan juga kecerdasan Artificial.

Jika kecerdasan emosional memang membuat orang lebih mudah mencapai sukses dalam hidup. Tapi, untuk menemukan kebahagiaan dan makna dari kehidupan, diperlukan kecerdasan spiritual.

Kecerdasan spiritual diyakini sebagai kecerdasan yang paling utama dibandingkan dengan berbagai jenis kecerdasan yang lain. Kata spiritual memiliki akar kata spirit yang berarti roh. Kata ini berasal dari bahasa Latin, spiritus, yang berarti napas.

Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan, yang membuat manusia dapat hidup, bernapas dan bergerak. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar fisik, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter kita.

Kecerdasan spiritual berarti kemampuan seseorang untuk dapat mengenal dan memahami diri seseorang sepenuhnya sebagai makhluk spiritual maupun sebagai bagian dari alam semesta. Dengan memiliki kecerdasan spiritual berarti bisa memahami sepenuhnya makna dan hakikat kehidupan yang kita jalani dan ke manakah kita akan pergi

Kecerdasan spritual merupakan kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna, yaitu kecerdasan yang menempatkan prilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

Mengutip dari analisis Ary Ginanjar Agustian bahwa kecerdasan spiritual adalah landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi manusia. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku dan kegiatan, serta mampu menyinergikan IQ dan EQ secara komprehensif dan transedental. Kecerdasan spiritual mendorong munculnya kecerdasan emosi dan intelegensia yang kemudian menciptakan kehidupan manusia yang sukses dan bahagia serta tentram.

10 kriteria yang digunakan untuk mengukur kecerdasan spritual yang ada di dalam individu, antara lain adalah:

  • Kesadaran diri sendiri. Menjadikan hidup lebih bermakna. Bisa menjawab pertanyaan mengapa.
  • Spontanitas, termotivasi secara internal. Semua didasari akhlaq bukan pencittraan.
  • Tidak tergantung pada selain Allah. Juga tidak membebankan hal-hal pada orang lain
  • Holistik, yaitu melihat sistem serta universalitas.
  • Menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya.
  • Muhasabah, lebih sibuk mengubah diri sendiri daripada orang lain
  • Mandiri serta teguh melawan mayoritas.
  • Menyadari segala yang dituai adalah yang ditanam
  • Menata kembali di dalam gambaran besar.(reframe)
  • Teguh dalam menjalani kesulitan. Dan juga optimis.
  • Menjalani pengalaman-pengalaman spiritual

Leave a Reply

Your email address will not be published.