Peran Majelis Tabligh Dalam Dakwah Kekinian

banner 120x600

Majelis Tabligh Muhammadiyah merupakan salah satu majelis di Muhammadiyah yang secara khusus bergerak di bidang dakwah. Majelis yang diresmikan pada tahun 1924 M ini bertugas untuk menyampaikan hasil dari Putusan Tarjih kepada masyarakat dan menyerukan ajaran Islam yang sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw.

Majelis Tabligh dalam kurun waktu menuju milenium II, peran serta dan perkembangan gerakan dakwahnya terus berusaha untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman.

Majelis Tabligh senantiasa  menggunakan metode dakwah kultural, bukan berarti melebur begitu saja dengan budaya masyarakat yang ada namun, metode dakwah yang ada disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada.

Gerakan dakwah Islam yang dilakukan oleh Majlis Tabligh  melalui Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ), Mubalig Hijrah dan lain-lain menjadi ciri yang membedakan gerakan dakwah Muhammadiyah dengan gerakan dakwah lainnya.

Segala problematika yang terdapat di masyarakat pada tahun tersebut dapat menjadi gambaran bagi pemetaan dan pembentukan inovasi baru untuk menyebarkan dakwah Islam di berbagai kalangan dan zaman.

Berdasarkan garis besar program, Majelis ini mempunyai tugas pokok untuk:

  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah.
  2. Pembentukan korps Mubaligh Muhammadiyah
  3. Meningkatkan mutu dan kompetensi mubaligh Muhammadiyah.
  4. Memperluas jangkauan dakwah agar mampu menyentuh berbagai level dan jenis kelompok masyarakat.
  5. Mengembangkan dan menerapkan dakwah multimedia baik media lokal, maupun media dengan muatan teknologi baru.
  6. Melakukan evaluasi dan memperbaiki konsep dan implementasi proyek-proyek dakwah Muhammadiyah, seperti dakwah jamaah, dakwah kultural dan sebagainya, agar kembali berjalan secara efektif.
  7. Mengembangkan metode dan praktek pembinaan kehidupan Islami dalam masyarakat.

Mubaligh di lingkungan Muhammadiyah adalah penyambung lidah Persyarikatan kepada masyarakat luas. Merekalah tulang punggung yang akan menyebar-luaskan ajaran-ajaran Islam yang diyakini oleh Muhammadiyah.

Tanpa mubaligh, Muhammadiyah tidak akan pernah besar seperti sekarang ini. Karena itu, peran mubaligh di abad modern ini menjadi amat sangat besar agar supaya mengisi ruang kehampaan spiritualitas yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas.

Tantangan mubaligh Muhammadiyah di tingkat Ranting sangatlah kompleks. Mereka adalah kader-kader terbaik Muhammadiyah yang bertemu langsung kepada umat, yang langsung membimbing tanpa pamrih dengan berbagai macam problem yang heterogen.

Karena itu, keberhasilan dakwah mereka adalah keber-hasilan dakwah persyarikatan, begitu juga sebaliknya. Pembentukan dan pemberdayaan korps mubaligh Muhammadiyah adalah salah satu terobosan dakwah yang tersistematis agar lebih terarah.

Saat ini yang harus terus dilakukan adalah pengorganisasian para mubaligh, para dai, dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas.

Pemberdayaan mereka dengan meluaskan pengetahuan, pengenalan tekhnologi dalam dakwah. Dalam tataran yang harus segera dialkukan adalah dengan segera diadakan pelatihan khotib Jumát, agar supaya kontent materi yang mereka sampikan bisa lebih tajam dan mengena di jaman yang kompleks ini, Ruang spiriual masyarakat dapat terisi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.