MENGGERAKKAN TEKAD MEMENANGKAN CALON DPD PERWAKILAN MUHAMMADIYAH

banner 120x600

Perlu disepakati bersama bahwa ketika memperbincangkan Calon Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah di kalangan warga dan pimpinan Muhammadiyah maka yang dibicarakan adalah Calon Anggota DPD RI yang diputuskan melalui musyawarah yang dilakukan oleh para pimpinan Muhammadiyah dalam menyerap aspirasi warga Muhammadiyah.

Calon Anggota DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah yang merupakan hasil keputusan musyawarah, tiada lain adalah Bpk. Ahmad Syauqi Suratno.

Bagaimana cara Muhammadiyah mendukung Calon Anggota DPD? Untuk mendukung hasil keputusan Musypimwilsus 2022 ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan.

Pertama, Pimpinan Muhammadiyah menggerakkan warga Muhammadiyah mengumpulkan KTP dukungan beserta pengisian formulir model F-1 DPD yang dilampirkan.

Kedua, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY yang secara teknis dijalankan oleh Tim pemenangan bentukan PWM DIY melengkapi berkas-berkas pendaftaran calon Anggota DPD RI 2024-2029 yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah.

Ketiga, mengantar pendaftaran calon Anggota DPD RI DPD RI yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah.

Kelima, mengkoordinir kampanye pemenangan sampai ke ranting-ranting, jamaah dan keluarga-keluarga di sekitar anggota Muhammadiyah, serta menyiapkan saksi-saksi untuk TPS dan terutama saksi kelurahan-kecamatan.

Keenam, menggerakkan warga Muhammadiyah, simpatisan dan masyarakat yang lain untuk  datang ke TPS dan mencoblos gambar Ahmad Syauqi Suratno.

Ketujuh, mengawal hasil penghitungan suara jangan sampai dicurangi sampai ditetapkannya empat Anggota DPD RI terpilih dari DIY.

Meski sebagai organisasi kemasyarakatan yang besar di DI Yogyakarta, namun perolehan suara dalam pemilihan umum dalam rangka mendukung kader Muhammadiyah di DIY justru terus menurun,  jika penurunan tersebut dilihat dari prosentasi DPT. Hal itu terlihat dalam pemilihan anggota DPD DIY pada 2004 hingga 2019.

Meski dalam empat kali pemilihan Muhammadiyah masih bisa menepatkan kadernya sebagai anggota DPD wakil DIY namun perolehan suaranya terus merosot.

Pada pemilu 2004, Ali Warsito mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat kedua, setelah GKR Hemas dengan perolehan suara 132.407 yang bisa dikatakan merepresentasikan suara dari Muhammadiyah. Ini sebuah prestasi , karena secara prosentase mendapat suara signifikan

Pada Pemilu 2009 dengan jumlah Daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 2.751.761.

Kemenangan Pileg DPD DIY 2009 diraih oleh GKR Hemas dengan perolehan suara sebanyak 941.153, urutan kedua diraih oleh Cholid Mahmud dengan perolehan suara sebanyak 181.415, dan urutan ketiga diraih oleh Drs. H.Hafidh Asrom dengan perolehan suara sebanyak 171.108 suara dan urutan keempat ditempati Afnan Hadikusumo dengan perolehan 132.407

Pada saat pemilu 2014 dengan jumlah Daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 2.723.621.

Kemenangan Pileg DPD DIY 2014 diraih kembali oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas dengan perolehan suara sebanyak 1.017.687, suara terbanyak kedua diraih oleh Hafid Asrom dengan perolehan suara sebanyak 158.794,  suara Cholid Mahmud Sebanyak 149.824. dan urutan keempat adalah Afnan hadikusumo memperoleh suara 144. 820

Pada pemilu 2019,  perolehan suara calon DPD RI Dapil DIY adalah, (1)GKR Hemas 984.234 suara, (2) Hilmy Muhammad 299.164 suara, urutan ketiga(3)Afnan Hadikusumo 171.611 suara, (4)Cholid Mahmud 169.356 suara, (5)Hafidz Asrom 163.812 suara, (6) Arif Noor Hartanto 88.204 suara

Pada Pemilu 2019 ini, Muhammadiyah masih berhasil meloloskan kadernya yaitu Afnan Hadikusumo,menjadi anggota DPD RI, namun perolehan suara saat itu turun secara prosentase atau berada diurutan ke tiga dari empat wakil anggota DPD RI DIY.

Menurut beberapa pengamat mengatakan , penurunan perolehan suara DPD dari pemilu ke pemilu, yang bisa disebut mewakili muhammadiyah disebabkan beberapa hal, antara lain, Dominasi perwakilan dari kraton, yaitu GKR Hemas yang meraup hampir 50 persen total suara.

Sebab lain adalah  warga Muhammadiyah masih ada yang antipati terhadap politik, masih beranggapan politik itu kotor. Akibatnya mereka tidak terampil dan gagap jika berada di dunia politik. Pendidikan dan pembelajaran politik kurang berjalan dengan ideal.

Sebab mendasar lainnya adalah masalah strategi, Strategi politik Muhammadiyah juga menjadi pengaruh besar dalam perolehan suara di DIY.

Strategi menemui konstituen secara langsung melalui komunikasi politik menjadi hal yang jitu dalam mendongkrak perolehan suara.

Tim pemenangan DPD harus  menawarkan kadernya yang diusung   ke luar muhammadiyah. Tentunya dengan menawarkan sebuah konsep dan gagasan yang berbeda dari calon DPD lain.

Ada peran yang substansial  yang harus diperjuangkan mengacu pada cirikhas daerah yang diwakili. Terlebih lagi perjuangan ekonomi, mengingat UMR di jogja masih tergolong rendah.

Kalau kampanye/sosialisasi yang mereka lakukan hanya kepada internal Muhammadiyah, pastinya hasilnya kurang maksimal.

Pada Pemilu 2024  Muhammadiyah harus segera melakukan ekspansi keluar dalam rangka mencari dukungan untuk Calon DPDnya.

Pada era digital saat ini, peran media sosial juga perlu dimaksimalkan terlebih untuk menggaet pemilih pemula.

Leave a Reply

Your email address will not be published.