Fluktuasi Iman

Fluktuasi Iman

Perilaku Kehidupan saat ini dapat membawanya kepada penurunan kadar keimanan .

Keimanan dalam Islam, adalah bukan hanya dengan angan-angan dan bukan pula hanya dengan hiasan belaka, akan tetapi keimanan adalah sebuah keyakinan yang menghujam didalam hati dan dibuktikan dengan perbuatan.

Keimanan adalah motivator yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan. Baik buruknya perbuatan seseorang adalah tergantung baik buruknya keimanan seseorang. Kondisi keimanan yang buruk akan menghasilkan perbuatan yang buruk dan sebaliknya, kondisi keimanan yang baik akan menghasilkan perbuatan yang baik.

Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:

”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

Iman yang ada dalam hati kita mengalami fluktuasi. Iman tersebut bisa bertambah kuat, namun juga dapat terkikis tanpa kita sadari. Naik turunnya iman yang kita miliki tergantung kepada diri kita sendiri dalam menjaganya. Sebagai seorang muslim, tentunya kita menginginkan agar iman yang kita miliki tidak berkurang, tapi justru bertambah kuat. Karenanya, kita harus mengetahui apa saja yang mempengaruhi naik turunnya kadar keimanan dalam diri kita.

Bagaimana Kehidupan manusia Dapat membuat Fluktuasi Iman Seseorang ?

Iman adalah at tashdiq, yaitu pengakuan dan pembenaran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendefinisikan iman dalam hadits ini sebagai keyakinan yang ada dalam batin. Dan Ahlus Sunnah berkeyakinan, iman adalah perkataan, perbuatan, dan niat (kehendak hati). Dan sesungguhnya, amal perbuatan termasuk ke dalam nama iman.

Iman ada 70 sekian cabang atau 60 sekian cabang. Dan yang paling utamanya adalah ucapan Laa ilaahaa illallah dan yang paling rendah adalah menghilangkan gangguan dari jalan. Sedangkan iman adalah cabang dari iman. HR. Muslim.

Sebab turunnya kadar iman
Ada banyak hal yang dapat menurunkan kadar keimanan yang ada dalam diri kita. Secara garis besar, sebab-sebab yang menurunkan kadar keimanan dapat datang dari dalam diri kita sendiri, dan dari pihak luar.

Hal-hal yang menurunkan kadar keimanan, yang berasal dari dalam diri kita diantaranya adalah:
1. Kebodohan
2. Ketidak-pedulian, keengganan, dan melupakan kewajiban
Keengganan seseorang dalam ketika berurusan dengan hal-hal yang berbsifat ukhrowi membuatnya sulit untuk dapat melakukan kebaikan. Padahal berbuat baik sudah merupakan salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’alaa.
Melupakan kewajibannya sebagai makhluk untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa dapat pula menyebabkan kadar iman kita berkurang. Padahal, kita sebagai manusia diciptakan Allah Subhanahu wa ta’alaa semata-mata untuk beribadah kepadanya. Nafsu duniawi membuat orang lupa kewajiban utamanya ini. Akibatnya, ia akan semakin jauh dari cahaya Allah Subhanahu wa ta’alaa.

3. Menyepelekan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa ta’alaa
4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Sedangkan dari luar diri kita, ada beberapa hal yang dapat menurunkan kadar keimanan kita, diantaranya adalah:
1. Syaithan
2. Bujuk rayu dunia
3. Pergaulan yang buruk

Menaikkan Kadar Iman
Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mempertebal kadar iman kita:

1. Mempelajari ilmu agama islam yang bersumber pada Al Quran dan hadist
2 Memperbanyak membaca Al Quran dan merenungkan maknanya
3 Mempelajari sifat-sifat Allah Subhanahu wa ta’alaa
4 Mempelajari sejarah kehidupan (Siroh) RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam
5 Mempelajari kehidupan orang-prang sholeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *